vimax gambar bugil

Sesudah gambar mami Girang tanpa baju terdapat pula MENIKAH BUKAN AKHIR MANIS DARI CERITA CINTA

MENIKAH BUKAN AKHIR MANIS DARI CERITA CINTA Suka Ngentot
DEY AINISWARI Posted on 28 December 2013

To love and be loved. Inilah harapan semua orang pada akhirnya dengan pasangan mereka. Sebagian orang mencintai pasangan sampai memilih buat mengikat hubungan mereka dalam tali pernikahan, tapi mungkin nggak bagi yang lain. Fiona (24) bercerita buat FIMELA.com tentang ketakutannya menikah. Ketika masa kecil menyeretnya dalam pemikiran menyeramkan tentang pernikahan, lalu apa yang dapat dilakukan?
Pernikahan“Buat apa menikah? Romantisme sudah mati.” Fiona memulai obrolan hari itu dengan straight forward. Ketika beberapa dari kita mengidamkan sebuah momen spesial dengan pasangan lewat pernikahan, Fiona belum menemukan titik tersebut sebagai salah satu tujuan hidupnya. Menurutnya pernikahan itu justru sesuatu yang menyeramkan. Hidup sendiri nggak sesuatu hal yang mudah, namun nggak nggak mungkin. Ia selalu berpikir bahwa melibatkan dua orang dalam satu hubungan itu sangat sulit. Sepertinya menggabungkan dua hati dan pikiran butuh usaha keras baginya.
Bukan tanpa alasan Fiona berpikir pernikahan adalah sesuatu yang sulit. Semasa hidupnya, pasangan-pasangan menikah yang ada di sekitarnya nggak ada yang menunjukkan sisi romantisme sebuah pernikahan. “Pernikahan semisal tanggung jawab, tuntutan, dan bisnis. Mereka menikah karena sudah pacaran 5 tahun, atau karena sudah umurnya. Bukan karena ‘he or she is the only one and I want to spend my whole life with him/her.
Terakhir kali Fiona menonton sepasang suami-istri di sekitarnya saling memperlihatkan kasih sayang adalah saat ia kecil, ketika orangtuanya masih harmonis dan belum bercerai. Kedua orangtua Fiona bercerai saat dia berumur 9 tahun. “Sampai sekarang alasan mereka bercerai masih belum ada yang dapat aku cerna dengan baik. Versi Mama dan Papa berbeda. Sangat membingungkan.” Hanya selang satu tahun sehabis perceraian itu kemudian ibu Fiona menikah kembali dengan laki-laki yang sampai sekarang menempati peran ayah dalam keluarganya. “Semua begitu cepat dan mengagetkan. Belum selesai rasanya aku beradaptasi dengan peristiwa perceraian itu, lalu Mama sudah menikah kembali. Kalau ditanya alasan kenapa menikah cepat sekali, sudah tentu Mama malah balik menyalahkan aku yang selalu merengek meminta ayah. Padahal maksudnya aku menanyakan ayah kandungku.” Menikah bagi Fiona menjadi semisal cuma main-main.
Setelah bertahun-tahun berlalu dan Fiona mendapatkan seorang adik dari Ayahnya yang sekarang, nggak kemudian membuat Fiona berpikir ulang tentang pernikahan. Keadaan semakin parah ketika Ayah tiri Fiona menjadi pengangguran empat tahun yang lalu. Posisi Ibunya sekarang masih semisal single parent yang membiayai hidupnya sendiri, dan Ayah tirinya cuma ‘numpang’ di rumahnya. Tidak pernah ada interaksi yang menunjukkan bahwa mereka berdua adalah sepasang suami istri, kecuali jika dituntut buat pergi dengan di depan keluaga super.
“Mama terlihat nggak bahagia selama belasan tahun menikah. Dia gagal menemukan partner dalam hidupnya yang dapat membawa dalam suka duka. Pada akhirnya, anak-anaknyalah yang menjadi korban.” Setiap harinya ibu Fiona nggak lepas dari pembicaraan tentang pernikahan di depan Fiona. Di usianya yang sekarang memang sudah waktunya Fiona memikirkan pernikahan, membuat Fiona semakin muak dengan istilah pernikahannya. Hubungan Fiona dengan pacarnya sekarang juga semakin memperburuk keadaan. “Aku dan pacarku cuma semisal formalitas dan jalan di tempat. Tidak tahu arah hubungan ini kemana. Aku semisal terperangkap dalam masa lalu dan masa sekarang. If you have no one to share with, then what’s the point? Pacaran itu overrated, dan menikah itu gambling.”Walaupun setengah hati Fiona nggak rela jika kehidupannya berakhir semisal ibunya, namun tetap ada Fiona kecil dan kisah fairy tale yang mengharapkan adanya seorang laki-laki yang membawanya ke petualangan baru kehidupan.
Ketika masalah semisal ini tersimpan terus-menerus dan menjadi sebuah keyakinan, maka selamanya keputusan menikah akan menjadi hal yang nggak membuatnya nyaman. Paparan ini dikatakan oleh psikolog Rangga Radityaputra, M.Psi, Psi. “Pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah dengan mengeluarkan emosi. Temukan teman curhat yang dapat mendengarkan dan dipercaya. tulisanlah tentang semua hambatan dan apa yang sedang dirasakan dan terjadi. Ini nggak soal menyelesaikan masalah, tapi buat membuat sampeyan lebih nyaman.” Rangga juga menyarankan ketika bermasalah dengan hal semisal ini, temukan orang kedua yang dapat membantumu secara profesional. “Melakukan counseling tidak cuma membantu dalam pandangan masalah pernikahan saja, tapi juga keseluruhan sampeyan memandang kehidupan,” tambah Rangga.
Pernikahan nggaklah bersifat sementara, melainkan sebuah ikatan di atas janji suci dengan Yang Maha Kuasa dengan orang yang kita cintai, for his best and worst. Ketika komitmen hubungan dibawa ke jenjang ini, harapan buat bahagia selamanya semisal dongeng anak nggaklah nggak mungkin buat dicapai, namun harus dilakukan dengan keyakinan dan usaha. Seperti apa yang pernah dikatakan oleh Audrey Hepburn, “If I get married, I want to be very married.”

Terbaik Update Sex
Judul: MENIKAH BUKAN AKHIR MANIS DARI CERITA CINTA Terbaik
NB: Kamu dapat menyaksikan tampilan tanpa baju MENIKAH BUKAN AKHIR MANIS DARI CERITA CINTA yang hot, atau intip film berahi MENIKAH BUKAN AKHIR MANIS DARI CERITA CINTA tanpa baju sexy di BLEGGOR.COM

Go to top