vimax gambar bugil

Setelah photo vagina tanpa busana terdapat pula BERCINTA DENGAN PENJAGA RENTAL

BERCINTA DENGAN PENJAGA RENTAL Hobby Bercinta
Cerita Dewasa ini diawali pada saat saya sedang menjaga rental VCD punya teman. Saat itu saya bertiga, saya dan 2 orang jablay teman saya. Jam menunjukkan pukul 23:50 WIB. Karena setengah jam lagi akan tutup, maka 2 teman saya pamit pulang. Saya tak ikut pulang karena tempat itu sekaligus juga rumah saya. Beberapa menit sehabis teman saya pulang, ada mobil berhenti di depan rental. Samar-samar saya mengintip di dalam mobil ada 2 orang jablay.

Cerita Dewasa : Bercinta Bersama Gadis Penjaga Rental

“Mungkin dia mau pinjam kali ya..” pikir saya saat itu.

Setelah itu pintu mobil terbuka, dan terlihatlah kaki putih mulus nan indah. Ketika kaki itu mendarat di tanah, jablay itu menurunkan roknya yang super (lho kok dapat sih..?). Terus tadi ketika dia mau turun dari mobil, kakinya yang putih itu telanjang. Saya curiga, tentu ada yang tak beres nich. Tapi masa bodoh ah.. (emang gue pikirin).

Pintu yang satunya terbuka, dan terlihatah jablay satu lagi, dia menggunakan celana dan kaos kentat, sehingga putingnya yang tentunya super telanjang putingnya yang super. 2 jablay yang kira-kira sudah berstatus mami-tante ini mulai memasuki rental. Mereka lihat sana lihat sini, telanjangnya mereka bingung memilih.

Ketika sedang memilih itulah awal dari kisah seru ini, mami yang pakai celana kentat itu sedang mengintip CD yang letaknya agak ke tengah, jadi dia harus menungging kalau mau lihat CD tersebut. Ketika dia menungging, ohh.. begitu indah lekuk tubuhnya, dan itu ohh.., itu belahan kemaluannya tergambar di celana kentatnya. Ahh.. mana tahan.. batang kejantananku langsung saja tegang.. tegang.. dan tegang.. Karena saya lagi sedap memperhatikan mami yang bercelana kentat, saya tak tahu kalau mami yang satunya mengawasi saya. Tiba-tiba saya terkejut karena ada suara CD jatuh di sebelah kanan saya. Langsung saja saya menoleh ke kanan.. dan ahh.. mimpi kali ya.. Saya semisal tak berada dalam alam sadar. Tante yang memakai rok tadi, ketika mengambil CD yang jatuh itu, roknya tersingkap ke atas, dan oh.. belahan pantatnya yang putih mulus dan dijamin kemaluannya yang gemuk itu telanjang masih ok. Vagina itu telanjang jelas, karena rambut kemaluannya semisalnya sudah dicukur habis. Ohh.. mana tahan.. benar-benar malam yang berkesan bagiku.

“Mas, lagi lihat apa sih, kok matanya sampai melotot gitu..?”
Tiba-tiba ada suara yang mengagetkan ketika saya lihat dari arah depan, dan ternyata mami yang bercelana kentat itu sudah berada di depan saya. Oh begitu semok dan harum sekali, tubuh-nya yang ‘uhui’ itu membuat saya menjadi termenung lagi.
“Ihh.. Mas ini nakal deh, ditanya kok malah melototin gue.. naksir ya..?” katanya.
Saya tersadar lagi dan seakan tak percaya dia berkata semisal itu.
“Saya harus memanggil apa nich, Ibu, Tante, Kak bisa pula Nona-Nona..?” kataku.
“Ehh.. darimana Mas tahu kalau saya sudah menikah..?” katanya lagi.

Sebelum menjawab, saya penasaran ingin mengintip ke mami yang tadi. Saya melirik sedikit ke kanan, ehh.. dia sudah tak ada. Gila, cepat benar tu jablay menghilangnya.
“Ehh.. begini.. saya tahu, karena di jari lucu Ibu.. ee.. Tante.. ee.. Kak.., ada cincinnya.” kataku lagi.
“Mas pintar juga ya, Mas boleh panggil Tante bisa pula Kak..” katanya sambil tersenyum.
Ehmm.. tambah semok saja nih mami genit.
“Eee.. Tante mau pinjam rekaman apa..? Kok keliatannya dari tadi bingung milihnya.. biar nanti saya yang nyariin, mungkin ketemu.” kataku berlagak sok pahlawan.
“Mas namanya siapa sih, kalau boleh mami tahu..? katanya.
“Sony mami..” kata saya.
“Aduh.. kalau gitu Mas sudah dong kenal dengan Tante..” katanya.
“Masak sih Tante, rasanya kita baru aja ketemu deh.. ya tak Tante..” kataku penasaran.
“Sony udah lama kenal dengan Tante, tiap pagi kalau pas Tante lagi mandi, Sony selalu ngintip Tante dari dalam bak cucian. Pas Tante lagi beol, Tante jadi malu.. terpaksa Tante tutup anu Tante pakai tangan biar tak dicermati sama Sony. Terus pas Tante lagi bersihin anu Tante. Ya khan..? Sony ngaku aja deh..!” katanya manja.
“Sony ngintip Tante mandi dari bak cucian..? Mana tentunya tubuh Sony yang super gini ngumpet di bak cucian..? Ahh Tante becanda ya..?” kata saya bingung.
“Nggak kok Son, Tante memang becanda.. yang Tante maksud itu sebetulnya celana dalam suami Tante yang merk-nya SONY.. sorry ya..” katanya.
“Nggak pa-pa, tapi boleh tak Sony ngintip Tante mandi lagi..?” kata saya menggoda.
“Ahh.. Sony anda nakal ya..! Emangya anda tak pernah ngintip jablay anda pas mandi ya..?” katanya.
“Sony belum punya pacar Tante, masih single man gicu..?” kata saya.
“Jadi anda bebas dong kencan dengan siapa aja..” katanya.
“Ya.. ya.. ya..” kata saya girang.
“Oh ya. Tante, nama Tante siapa sih..? Dan teman Tante yang satu lagi tadi..?” kata saya.
“Juliet, dan teman Tante tadi.. mana dia ya..? Min.. Min.. kesini deh..!” teriaknya.

Terus mami yang tadi membuat saya kelabakan mendatangi kami. Dan ‘uhui’, dia juga semok lho, wow.. wajahnya sangat lucu, mirip boneka padahal dia sudah menikah.
“Min.. kenalin ini Sony.. Son ini Mini teman Tante. Nakal ya..?” katanya.
“Sony..” kata saya sambil mengintip wajahnya yang lucu.
“Mini.. Son, anda ganteng juga ya.. ya tak Yul..?” katanya sambil menyubit tangan Tante Juliet.
“Ya lho Son, anda ganteng sekali lho..!” katanya.
“Akh.. Tante ini ada-ada saja.. Oh ya, Tante jadi tak pinjam CD-nya..?” kataku.
“Ha.. pinjam CD..? Akhh.., anda nakal deh..! Tante khan udah pakai CD sendiri.” kata Tante Mini.
“Akhh.. Tante becanda lagi.. tapi tadi Sony lihat Tante Mini tak pakai CD.” kata saya.
“Eee.. anda nakal ya.. anda ngintip ya.. anda jahat deh..!” katanya.
“Sorry deh Tante.. Sony tak sengaja tadi lihat punya Tante..” kata saya meminta ampun.

“Udah ah.., kalian berdua becanda aja.. Son, Tante mau pinjam rekaman ‘esek-esek’, ada tak..?” katanya.
“Eee.. tapi kuncinya dibawa temen saya, Tante. Jadi tak dapat masuk ke kamar XX..” kata saya mencoba menjelaskan.
“Apa sih kamar XX itu, Son..?” tanya Tante Mini.
“Eee.. Kamar penyimpanan VCD BF Tante.. takut kalau ada penggeledahan..” kata saya.
“Emangnya anda tak bawa kunci serepnya Son..?” tanya Tante Juliet.
“Eee.. itu bukan sembarang kunci Tante. Begini Tante.., Sony akan jelaskan. Pintu kamar itu terbuat dari baja bikinan orang Amerika, Tante. Jadi meskipun di rudal pakai bom apapun, pintu itu tak akan dapat jebol, terus di depan pintu itu ada ee.. Aduh tak sedap nih..” kata saya agak ragu buat menjelaskan.
“Kamu tak usah ragu-ragu deh..!” kata Tante Juliet.

“Eee.. di depan pintu itu bukan lubang kunci, tapi disitu ada benda berbentuk anu cowok, tapi terbuat dari bahan yang elastis. Kalau kita mau masuk, maka terlebih dahulu teman jablay Sony harus main dulu ama itu ‘mainan’, terus pas temen Sony udah klimaks, cairannya khan nyemprot ke dalam alat itu.. Nah, disitu cairan itu akan diperiksa, bila cocok dengan contoh sample di dalam, maka pintu itu akan terbuka. Jadi bukan sembarang orang dapat masuk ke kamar itu, meskipun dia itu jablay kayak Tante berdua..” kata saya.
“Wow, canggih juga.. terus gimana dong..? Tante udah tak tahan nih..!” kata Tante Mini sambil menggaruk anunya.
Aduh gila benqr nih jablay, saya ingin mengetest Tante Mini, apakah dia seliar tingkah lakunya. Tapi.. mimpi kali ya..?

“Son, dapat tak Tante berdua minta tolong..? Kamu dapat khan muasin nafsu Tante yang sedang kesepian ini, ya khan Sayang..?” kata Tante Mini manja.
“Aduh, gimana ya Tante, nanti kalau pacar dan sephia Sony tahu gimana dong jadinya..?” kata saya ragu tetapi girang.
“Sony sayang, hanya semalam aja kok ya.. Mau ya..? Masak sih anda nolak tubuh sesintal ini..?” kata Tante Juliet sambil berbalik arah, terus menungging, terus menggoyang pantatnya naik-turun.
Melihat pemandangan indah itu, batang kejantanan saya menjadi naik 100%.
“Iya lho Son, masa sih anda nolak kami.. dan anda tak usah kuatir deh.. masalah uang kami akan ngasih berapapun yang anda mau.. Ya sayang ya..? Nikmatin Tante ya..?” kata Tante Mini sambil mendekat ke arah saya.
Terus dia berbalik arah juga, dan sehabis itu dia mengangkat roknya ke atas, dan ohh.. mana tahan.. vaginanya yang merah delima itu telanjangnya sudah setengah basah dan terlihat merekah ohh..

“Iya deh Tante, tapi Sony tutup rental dulu ya..?” kata saya sambil terus berdiri dari kursi.
Tetapi alangkah terkejutnya saya, batang kejantanan saya telah merobek resleting celana saya. Saya ingat tadi saya tak memakai celana dalam, jadi sekarang batang kemaluan saya menyumbul dari celana saya.
“Aduh.. Sony sayang.. batangmu super lho.. aduh Tante tak dapat ngebayangin deh gimana rasanya nanti buah zakar anda masuk ke vagina Tante yang masih sempit ini.. aduh sedap kali ya..?” kata Tante Mini sambil memegang dan mengelus batang kejantanan saya.
“Wow.. Son, punya anda super ya.. Tante kayaknya udah tak tahan pingin ngerasain punya anda.. hii.. lucu ya kepalanya mirip helm NAZI.. Vagina Tante dapat robek nih..!” kata Tante Juliet sambil ikut mengelus batang kemaluan saya.

“Sabar dong Tante, Sony mau nutup rental dulu. Tante masuk aja ke ruangan sebelah ya..! Nanti Sony nyusul..!” kata saya.
“Jangan lama-lama ya Sayang.. Tante udah tak tahan nih..!” kata Tante Mini.

Lalu, saya bergegas menutup rental, sehabis itu saya masuk ke ruangan dimana kedua mami itu berada.
“Oh ya.. Tante-Tante mau minum apa..?” kata saya.
“Softdrink yang dingin ya Son..” kata Tante Juliet.
Sementara Tante Mini semisalnya agak kurang sabar, dia terus mengobok-obok vaginanya. Lalu saya mengambilkan 3 coke dari dalam kulkas, dan kusodorkan pada kedua mami itu. Setelah mereguk coke sekaleng, Tante Mini yang dari tadi tak sabar, langsung saja pindah ke pangkuan saya dan mulai menciumi bibir saya tanpa basa-basi. Kubalas ciuman Tante Mini, sementara tangan saya mengelus-elus punggungnya, dan terus menuju pinggulnya yang memang wuih itu. Sementara Tante Juliet hanya menonton adegan kami berdua. Tangan Tante Mini tak kalah gesitnya mulai membuka pakaianku dan terus meraba-raba dada serta puting saya sambil bibirnya yang sensual itu terus melumat bibir saya.

Saya juga terus segera membuka baju Tante Mini dan BH-nya, maka terlihatlah dua buah gunung Himalaya dengan putingnya yang mancung. Mula-mula kuciumi dan kulumat serta kumainkan putingnya yang sudah super menegang itu.
“Akkhh.. Sshh.. Sony sayang.. anda pintar sekali.. ohh.. yess.. terus.. Son.. ohh..” katanya sambil tangannya meremas rambut saya.
Setelah itu saya mulai merayap ke selangkangannya, kugosok-gosok klitorisnya dengan tangan kiri saya dan saya masukkan 2 jari tangan kanan saya ke vaginanya. Uhh.. benar-benar sempit.
“Ohh.. yess.. Son.. teruss.. sshh.. yess.. Fuck me with your hands.. ohh..” desah Tante Mini.

Sementara itu, saya mengintip Tante Juliet mulai membuka pakaiannya satu persatu. Saya memperhatikannya meskipun saya sedang sedap dengan pekerjaan saya. Tante Juliet yang sudah tanpa busana itu mulai mendekati kami dan ikut meraba batang kejantanan saya. Lalu tangan kanan saya pindah ke puting Tante Juliet yang lebih mancung dari temannya ini. Kugesek-gesekkan dengan perlahan, dan kupuntir ke kiri dan ke kanan.
“Ohh.. terus Son, ohh.. yess..!” kata Tante Juliet.
Tante Juliet terus memainkan batang kejantanan saya dengan memijat-mijat, lalu kepalanya mulai didekatkan ke batang kejantanan saya, dan “Srupp..” masuklah batang kejantanan saya ke mulut yang sensual itu. Dihisap, dikocok, dihisap, dikocok, dihisap, wuihh.. sedap.. ahh.

Sementara itu Tante Mini yang sudah tak tahan, langsung mendesah, “Ssshh.. aahh.. Sonn.. ohh.. yess..!” sambil tangannya meremas rambut saya dengan kerasnya.
Sepertinya dia akan keluar, otot dindingnya mengencang dan, “Ahh.. yess.. aahh..” desahnya sambil tangannya mendorong dan menarik kepala Tante Juliet agar batang kejantanan saya dapat lebih masuk ke mulut Tante Juliet.
Rupanya Tante Mini telah klimaks, kemudian jari kiri saya terus kukocok-kocok dalam vaginanya secara cepat (350 km/jam).
“Ahh.. hhmm.. sshh.. yess..!” dia menegang dan mulai menghentikan gerakannya secara perlahan.
“Ohh.. yess.. Sony sayang anda pintar sekali.. ohh.. yess..!” katanya sambil mengelus kepala saya.
Lalu saya merubah posisi. Sekarang saya berbaring di bawah, saya merebahkan tubuh saya yang mulai penuh keringat.

Lalu Tante Mini mulai menaiki tubuh saya, dan tangannya meraih batang kejantanan saya buat diarahkan ke vaginanya yang sudah mulai agak kering. Digosok-gosok sebentar batang kejantanan saya ke vaginanya yang sudah merekah itu. Lalu dengan perlahan dia menurunkan pantatnya.
“Ohh.. Son.. sedap sekali buah zakarmu.. ohh..!” desahnya sambil terus menaik-turunkan pantatnya yang bulat itu, sehingga mulai melahap batang saya dalam vaginanya.
“Ohh.. yess.. Tante.. terus..!” saya mulai terangsang karena jepitan vaginanya.
Sementara itu, Tante Juliet mulai mendekati saya terus mengangkangi kakinya tepat di atas wajah saya dan mulai menurunkan pantatnya.
“Ayo.. Son.. jilatin punya Tante..!” katanya sambil terus menurunkan dan menggoyangkan pantat dan liang senggamanya ke arah wajah saya.

Karena lebatnya rambut kemaluannya itu, saya hampir bersin dibuatnya. Lalu saya jilati dengan perlahan klitorisnya hingga dinding lubang vaginanya mulai meneteskan cairannya.
“Sss.. hhmm.. aakkhh.. yess.. terus Son..!” desahnya.
Sementara itu Tante Mini terus naik turun hingga terdengar decak antara saya dan dia.
Beberapa saat kemudian, “Ohh.. Son, Tante mau keluar.. ohh.. yess..!” desahnya.
Karena saya sedang sibuk, jadi saya tak dapat bicara apa-apa.
Dan, “Crett.. crott.. critt..!” muncratlah cairan Tante Mini.
“Ohh.. yess.. Son anda sangat hebat sayang..!” katanya sambil mencabut batang kejantanan saya dari liang senggamanya dan terus menjilati batang kejantanan saya yang basah itu.

Lalu saya suruh Tante Juliet buat merebahkan tubuhnya di bawah, dan dia terus melebarkan kakinya yang putih mulus dan indah itu. Karena sekarang mami agak mengangkang lebih lebar, jadi vaginanya yang merah kehitaman itu terlihat. Saya lalu mengarahkan batang kejantanan saya ke vagina Tante Juliet, dan perlahan saya dorong hingga masuk seluruhnya.
“Akhh.. yess.. fuck me darling..! Ohh..!” desahnya.
Sementara Tante Mini tertidur, saya terus menggoyang tubuh saya maju-mundur, dan hebatnya Tante Juliet juga ikut menggoyang pinggulnya mengikuti irama. Batang kejantanan saya terasa dipelintir, tetapi makin sedap saja. Kutambah ‘gigi’, hingga gerakanku menjadi lebih dasyat. Bersama kecepatan penuh, saya menggoyang terus hingga terdengar kecipak-kecipak. Karena seranganku, Tante Juliet jadi meram melek matanya mengintip keluar masuknya batang buah zakar saya dalam liang senggamanya.

“Akhh.. Sonn.. yess..!” desahnya sambil jarinya mencengkeram tangan saya dan kukunya menancap ke kulit saya.
Tubuhnya mengejang sesaat, lalu melemas tetapi saya masih sedap mengintip vaginanya dengan terus memasukkan buah zakar saya ke dalam vaginanya yang banjir.
“Akhh.. yess.. Tante keluarr.. Sonn..!” sambil menancapkan dalam-dalam vaginanya ke batang kejantanan saya.
Saya yang merasa belum keluar terus saja menggenjot gerakan saya. Dan tak lama kemudian, saya akhirnya keluar juga. Saya mencabut batang kejantanan saya dari vaginanya Tante Juliet dan merebahkan tubuh di sampingnya. Tangan Tante Mini dan Juliet secara bergantian membelai batang kejantanan saya.

“Sony sayang, terima kasih ya.. anda telah membuat kami melayang ke langit ketujuh..” kata Tante Juliet sambil terus membelai batang kejantanan saya.
Lalu kami bertiga terkulai lemas dengan posisi saya di tengah, dan kedua jablay semok itu sehabis saya. Lalu saya tertidur hingga pagi.

Ketika saya bangun, saya masih dalam keadaan tanpa busana. Tetapi anehnya kedua mami itu sudah tak ada. Mata saya tertuju pada setumpuk uang di samping saya. Pasti dari mami-tante itu. Setelah itu, saya masukkan beberapa uang itu ke kas rental, dan sisanya masuk ke kantong saya. Lalu saya mandi, membersihkan bekas-bekas tadi malam. Dan sehabis itu saya membuka rental dan saya lihat di depan, koran sudah datang.

Saya ambil koran dan mengintip rujukan depannya.
“Copot.. ee.. copot.. jantungku..” dalam hati saya bergumam.
Serasa tak percaya, disitu tertulis “MOBIL MENABRAK POHON ASEM, 2 CEWEK TEWAS”. Dan disitu disebutkan bahwa nama kedua jablay itu Juliet dan Mini. Ohh.. Ya Tuhan.., jadi tadi malam saya bercinta dengan hantu. Saya hampir saja muntah gara-gara berita itu. Lalu saya bergegas mengambil uang dari kedua mami itu dari kantong baju saya. Ohh.., syukurlah uangnya masih tetap ada. Benar-benar peristiwa yang tak masuk akal.

TAMAT. Terbaik Update Sex
Judul: BERCINTA DENGAN PENJAGA RENTAL Terbaik
NB: Kamu dapat menyaksikan photo tanpa busana BERCINTA DENGAN PENJAGA RENTAL yang hot, bisa pula lihat rekaman mesum BERCINTA DENGAN PENJAGA RENTAL tanpa busana sexy di BLEGGOR.COM

Go to top